PT IMS Logistics Blog

Automating Supply Chain

Pendidikan Anak, Enam Kesalahan Orangtua


Ditulis oleh Oleh: Christina Riverland

Kesalahan orang tua saat mendidik anak selalu menjadi tanggung jawab yang besar dalam hidup kita dan masalah yang telah mengganggu banyak orang tua. Anak-anak adalah kelanjutan dari kehidupan kita. Umur seorang manusia biasanya tidak lebih dari 100 tahun dan seringkali lebih pendek, dan dapat meninggal setiap saat. Kita bisa melepas keinginan kita dan hal terbaik untuk anak-anak kita, generasi berikutnya dan dengan peraturan, dan mungkin memberdayakan mereka untuk mengeksplorasi dimensi baru di masa depan. Sayangnya, banyak orangtua sering memiliki enam kesalahan umum berikut dalam mendidik anak-anak mereka.
1) Terlalu memuji dan terlalu banyak harapan
Orang tua memuji anak terlalu tinggi benar-benar akan menjadi beban bagi anak, yang mengarah ke batas yang berlebihan dan kekangan. Saat anak gagal hidup sesuai harapan orang tua, rasa bersalah dan frustrasi anak akan tumbuh. Anak lebih cenderung menyalahkan diri sendiri dan merasa tertekan ketika mendapatkan nilai buruk. Harapan yang tidak realistis akan berakhir sebagai pukulan berat harga diri dan kepercayaan dirinya, terutama jika orang tua selalu memuji anak dengan komentar-komentar seperti: “Kamu sangat cerdas”!
Orang tua harus mempertimbangkan menggunakan istilah khusus yang berlebihan seperti: “Bagus! Kamu telah mengerjakan PR Anda dengan baik hari ini!”

(2) Terlalu ingin tahu
Banyak orang tua membombardir anak-anak mereka dengan pertanyaan-pertanyaan ketika anak kembali dari sekolah. Orang tua terlalu bersemangat untuk memahami anak-anaknya. Pertanyaan seperti : ” Apakah pak guru menanyakan pertanyaan hari ini?” “Berapa nilai tes matematika kamu?” “Kamu main dengan siapa?” Anak-anak akan merasa tersinggung dan jijik oleh terlalu banyak pertanyaan.
Salah satu cara yang lebih efektif adalah dengan masuk ke dunia anak dan menghabiskan waktu bersama dia untuk bermain serta membiarkan mereka yang bicara, menahan pertanyaan Anda. Anda akan menemukan banyak rahasia anak melalui interaksi biasa tersebut.
(3) Terlalu Memerintah
“Kerjakan PR kamu!”, “Matikan TV.” … Seorang anak cenderung mengabaikan perintah atau permintaan terlalu sering. Orangtua perlu mengevaluasi pengaruh kata-kata mereka di mata anak dan menyesuaikan sesuai petunjuk mereka, juga mengatur nada suara yang digunakan dengan anak.
(4) Mengingkari perasaan
Ini adalah kesalahan banyak orangtua. Ketika anak mengatakan: “Ibu, saya takut suntikan. Rasanya sakit “, ungkapan berlawanan mungkin digunakan orangtua adalah:” Sayang, jangan khawatir, tidak sakit !”Ini sebenarnya dusta. Model semacam ini hanya akan membuat anak merasa dirugikan dan khawatir. Cara yang lebih baik untuk menghibur anak Anda : “Sayang, Ibu tahu itu. Suntikan sakit, tetapi ia akan membantu kita menjadi lebih baik dan cepat sembuh.” Anak biasanya merasa lebih baik ketika merasakan bahwa orang tua memahami kekhawatiran dan kecemasannya.
(5) Berteriak dan mengejek
Bila anak tidak memperoleh yang baik, beberapa orangtua akan berteriak pada mereka: “Bodoh! Goblok! “Ini hanya akan menciptakan trauma harga diri anak. Cara yang benar untuk menilai masalah, bukan orangnya, memisahkan perbuatan dari pelaku!
(6) Gagal memberi contoh
Jika anak berkelahi dengan seseorang, kemudian dimarahi dan dipukuli oleh orang tua di rumah, anak akan memupuk kebencian yang lebih besar dan akan berkata kepada diri sendiri: “Jika saya tidak boleh berkelahi, bagaimana mama bisa melakukan kekejaman yang sama ini kepada saya?” Orangtua benar-benar akan kehilangan kepercayaan dari anak. Perilaku orangtua akan mempengaruhi anaknya.

April 1, 2011 - Posted by | Tak Berkategori | , ,

1 Komentar »

  1. sippp bro… …orang tua harus menghadirkan pendidikan yang menyenangkan kepada anak.

    Komentar oleh putuwidyanto | April 1, 2011 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: