PT IMS Logistics Blog

Automating Supply Chain

Telkom: Indentitas Baru, Semangat Juga Baru


TRANSFORMASI DI TELKOM
Indentitas Baru, Semangat Juga Baru

JAKARTA. PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) terus berbenah agar bisa memenangi persaingan di bisnis telekomunikasi yang sangat ketat. Salah satunya, Telkom mengganti logo, tagline, dan melakukan beberapa perubahan dan transformasi bisnis.

Vice President Public and Marketing Communication Telkom, Eddy Kurnia, berharap, perubahan-perubahan tersebut bisa menunjukkan semangat baru Telkom dalam melayani pelanggan dengan tagline; “The World in Your Hand”.

Eddy menjelaskan, dana untuk membiayai perubahan logo dan semboyan Telkom ini akan diambil dari belanja modal Telkom tahun ini yang sebesar Rp 21 triliun. Sayang, Eddy enggan membeberkan detil biayanya.

Namun kabarnya, untuk mengganti logo di semua plaza Telkom dan penciptaan identitas baru tersebut, Telkom menghabiskan dana sekitar Rp 3,2 miliar.

Tak sekadar berganti logo dan motto, Terlkom juga melakukan transformasi bisnis. Menurut Direktur Utama Telkom, Rinaldi Firmansyah, transformasi kali ini adalah yang terbesar bagi Telkom. Pasalnya, terjadi perubahan portofolio bisnis, dari semula InfoCom (Information and Telecommunication) menjadi TIME (Telecommunication, Information, Media, dan Edutainment).

Dengan transformasi ini, Telkom tidak hanya melayani kebutuhan telekomunikasi di tanah air, tapi juga masuk ke layanan broadband internet, portal, dan televisi berbayar. Telkom kini juga melayani informasi bisnis berupa IT services bagi konsumen korporat, contact center, dan jaringan finansial untuk perbankan.

Untuk media, Telkom telah memiliki Speedy dan portal bisnis E-commerce. Hingga saat ini Telkom telah menjaring 1 juta pelanggan Speedy. Telkom juga masuk ke bisnis edutainment melalui televisi berbasis teknologi internet protocol (IP-TV) yang akan di-launching awal 2010.

Dengan posisi baru ini, Telkom berharap bisa memenuhi kebutuhan pasar digital yang mengarah pada generasi muda. “Arahnya memang begitu, lebih muda, lebih dinamis, dan lebih kreatif,” papar Eddy.

Telekomunikasi tetap yang utama

Eddy bilang, walaupun peluang pertumbuhan broadband akan lebih bagus, bukan berarti Telkom akan mengabaikan layanan telekomunikasi. Saat ini porsi layanan telekomunikasi di Telkom masih dominan, yakni berkisar 70-80%. “Kalaupun nanti turun, tidak akan berkurang drastis, sebab telekomunikasi merupakan kebutuhan paling mendasar,” papar Eddy.

Telkom saat ini menguasai sekitar 70% pasar telekomunikasi di Indonesia melalui layanan seluler (Telkomsel), Flexi, dan wireline atau telepon kabel. Total pelanggan Telkom lebih dari 100 juta. Rinciannya, pelanggan Telkomsel 79 juta pelanggan, Flexi 16 juta pelanggan, dan wireline 8,7 juta pelanggan.

Eddy bilang, perubahan yang Telkom lakukan bukan untuk menggenjot jumlah pelanggan. Tapi lebih ke pencapaian jangka panjang. “Setiap tahun perlu evaluasi terkait lingkungan kompetisi, juga peluang portofolio yang paling mungkin bertumbuh, baru bisa menentukan target pencapaian pelanggan,” ujarnya.

Pakar pemasaran dari Universitas Indonesia, Harry Susianto, berpendapat, perubahan yang dilakukan Telkom adalah sinyal kepada masyarakat bahwa Telkom sekarang sudah berbeda dengan dulu. “Kemungkinan, Telkom sebagai induk perusahaan ingin memperkuat diri karena selama ini pamornya kalah dari Telkomsel sebagai anak perusahaannya,” ujar Harry.

Dupla Kartini, Aprillia Ika KONTAN

Oktober 28, 2009 - Posted by | Global News

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: