<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>PT IMS Logistics Blog</title>
	<atom:link href="http://imslogistics.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://imslogistics.wordpress.com</link>
	<description>Automating Supply Chain</description>
	<lastBuildDate>Mon, 21 Nov 2011 01:32:43 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='imslogistics.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://1.gravatar.com/blavatar/9192e9b81245037fd07a5ef09ca18dc4?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>PT IMS Logistics Blog</title>
		<link>http://imslogistics.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://imslogistics.wordpress.com/osd.xml" title="PT IMS Logistics Blog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://imslogistics.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Model Kepemimpinan Jawa</title>
		<link>http://imslogistics.wordpress.com/2011/07/13/model-kepemimpinan-jawa/</link>
		<comments>http://imslogistics.wordpress.com/2011/07/13/model-kepemimpinan-jawa/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 13 Jul 2011 03:52:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>WJ</dc:creator>
				<category><![CDATA[empowering]]></category>
		<category><![CDATA[ing madya mangun karsa]]></category>
		<category><![CDATA[ing ngarsa sung tuladha]]></category>
		<category><![CDATA[leadership]]></category>
		<category><![CDATA[melayani]]></category>
		<category><![CDATA[teladan]]></category>
		<category><![CDATA[tut wuri handayani]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://imslogistics.wordpress.com/2011/07/13/model-kepemimpinan-jawa/</guid>
		<description><![CDATA[Oleh Wijanarko Kertowijoyo. Kita selama belajar di Sekolah Dasar mungkin sudah sering mendengar Semboyan Ing Ngarsa Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani Semboyan ini telah lama digaungkan oleh Ki Hajar Dewantara pada tahun 3 Juli 1922 pada waktu mendirikan Sekolah Taman Siswa yang diberi nama National Onderwijs Institut Taman Siswa. Prinsip Dasarnya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=imslogistics.wordpress.com&amp;blog=10044033&amp;post=456&amp;subd=imslogistics&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh Wijanarko Kertowijoyo. </p>
<p>Kita selama belajar di Sekolah Dasar mungkin sudah sering mendengar Semboyan </p>
<p><strong><em>Ing Ngarsa Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani</em></strong></p>
<p>Semboyan ini telah lama digaungkan oleh Ki Hajar Dewantara pada tahun 3 Juli 1922 pada waktu mendirikan Sekolah Taman Siswa yang diberi nama National Onderwijs Institut Taman Siswa.</p>
<p>Prinsip Dasarnya adalah:</p>
<ul>
<li><i>Ing ngarsa sung tulada</i> : (&quot;(yang) di depan memberi teladan/contoh&quot;) </li>
<li><i>Ing madya mangun karsa : (&quot;(yang)&quot; di tengah membangun prakarsa/semangat&quot;)</i> </li>
<li><i>Tut wuri handayani</i>&#160; : (&quot;dari belakang mendukung&quot;). </li>
</ul>
<p><span id="more-456"></span>
<p><strong>ING NGARSA SUNG TULADA</strong></p>
<p>Sebagai pemimpin / leader, sudah sepatutnya kita memberi contoh / tauladan ke bawahan. Jangan kita membuat aturan, tetapi dilanggar sendiri, berarti kita memberi contoh untuk melanggar peraturan. </p>
<p>Bawahan selalu meniru apa yang pemimpin lakukan. Oleh karena itu, untuk merubah suatu budaya yang jelek, harus dimulai dari pemimpinnya dulu untuk komit berubah sesuai budaya yang telah disepakati. </p>
<p>Contoh: Budaya 5R, pemimpin harus memberi contoh dengan berkelakukan 5R, walaupun saya rasa tidak bisa 100%, tetapi cukup berusaha untuk menjadikan budaya itu suatu Roh didalam jiwa kita agar kita tidak merasa keberatan untuk melakukannya. </p>
<p>Pemimpin harus memberikan contoh yang baik, Contoh: Jangan membawa permasalahan keluarga di dalam kerja. Jangan melemparkan kesalahan ke bawahan, tetapi ditelaah dan dirubah apa yang salah menjadi bagus dan menjadi strength. Jangan suka berkata2 kotor dan kasar. Harus bisa membedakan waktu untuk bergurau dan waktu bekerja. </p>
<p>&#160;</p>
<p><strong>ING MADYA MANGUN KARSA</strong></p>
<p>Sebagai pemimpin, kita harus membangun semangat, memotivasi serta memberdayakan <strong>/ EMPOWERING </strong>bawahan kita.<strong> </strong>Kita harus belajar menyebutkan Hasil Bagus adalah hasil dari Team. Berilah motivasi dan semangat agar mereka selalu bekerja dengan senang hati. Berdayakan bawahan kita agar bisa menjadi pengganti kita nanti. Regenerasi dengan pengkaderan sangat penting untuk kelanjutan kepemimpinan. Tularkan ilmu ke bawahan agar mereka bisa mengerjakan pekerjaan kita. Dengan begitu, delegasi akan berjalan. Berikan ruang kepada bawahan untuk berkembang dan berkreasi agar mereka berpikiran maju dan tidak menjadi <em>the Doer / pelaksana</em> aja. Mereka akan bisa lebih berimprovisasi, memperbaiki secara terus menerus / berkaizen. </p>
<p>&#160;</p>
<p><strong>TUT WURI HANDAYANI</strong></p>
<p>Sebagai pemimpin, kita harus memberikan dukungan penuh kepada bawahan dan memberikan otoritas. Berilah mereka kesempatan untuk menjalankan plan mereka walaupun kita mempunyai plan tersendiri. Ini dimaksudkan agar dengan memberikan support agar mereka terbiasa untuk membuat plan dan membuat bagaimana caranya agar perusahaan lebih efisien dan lebih efektif yang ujung akhirnya adalah untuk menaikkan profit perusahaan. </p>
<p>&#160;</p>
<p>Dasar semua Leader2 yang ada sekarang berpedoman dan berprinsip dasar dari semboyan ini <strong><em>Ing Ngarsa Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani,</em></strong>&#160; saya rasa sudah mencakup semua apa yang diperlukan oleh seorang pemimpin dalam memimpin sebuah team. </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/imslogistics.wordpress.com/456/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/imslogistics.wordpress.com/456/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/imslogistics.wordpress.com/456/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/imslogistics.wordpress.com/456/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/imslogistics.wordpress.com/456/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/imslogistics.wordpress.com/456/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/imslogistics.wordpress.com/456/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/imslogistics.wordpress.com/456/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/imslogistics.wordpress.com/456/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/imslogistics.wordpress.com/456/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/imslogistics.wordpress.com/456/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/imslogistics.wordpress.com/456/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/imslogistics.wordpress.com/456/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/imslogistics.wordpress.com/456/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=imslogistics.wordpress.com&amp;blog=10044033&amp;post=456&amp;subd=imslogistics&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://imslogistics.wordpress.com/2011/07/13/model-kepemimpinan-jawa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/31bcd738087258c4c2843b56cec605fc?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">WJ</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>BlackBerry Battery Charging Tips</title>
		<link>http://imslogistics.wordpress.com/2011/05/16/blackberry-battery-charging-tips/</link>
		<comments>http://imslogistics.wordpress.com/2011/05/16/blackberry-battery-charging-tips/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 May 2011 11:30:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>WJ</dc:creator>
				<category><![CDATA[Knowledge]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://imslogistics.wordpress.com/2011/05/16/blackberry-battery-charging-tips/</guid>
		<description><![CDATA[Copyright: www.BerryIndo.com Cara Charging Battery BlackBerry Menjaga Baterai dari Kerusakan Salah satu pertanyaan yang sering muncul di forum BerryIndo adalah cara menjaga baterai BlackBerry secara maksimal, cara charging untuk mempertahankan kondisi / umur baterai. Lithium-ion “Li-ion” Battery Ada dua jenis baterai yaitu Nickel-metal hydride (NiMH) dan Lithium-ion (Li-ion) dipasaran. RIM pernah menggunkan NiMH baterai buat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=imslogistics.wordpress.com&amp;blog=10044033&amp;post=455&amp;subd=imslogistics&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Copyright: <a href="http://www.BerryIndo.com">www.BerryIndo.com</a></p>
<p>
Cara Charging Battery BlackBerry Menjaga Baterai dari Kerusakan<br />
Salah satu pertanyaan yang sering muncul di forum BerryIndo adalah cara menjaga baterai BlackBerry secara maksimal, cara charging untuk mempertahankan kondisi / umur baterai.</p>
<p>Lithium-ion “Li-ion” Battery<br />
Ada dua jenis baterai yaitu Nickel-metal hydride (NiMH) dan Lithium-ion (Li-ion) dipasaran. RIM pernah menggunkan NiMH baterai buat BlackBerry Device namum sekarang semua sudah memakai jenis baterai Li-ion. Kami hanya membahas cara menjaga power baterai Li-ion.</p>
<p>Banyak user bingung dan salah mengerti bahwa power baterai harus di kosongkan sebelum di charge. Itu salah karena Lithium-Ion batteries tidak punya “memory” effect yang ada di baterai NiMH.</p>
<p>Tips for new BlackBerrys and Batteries:<br />
Berikut tips untuk baterai BlackBerry baru yang anda baru beli:</p>
<p><span id="more-455"></span>
<p>1. Pada saat anda pertama mendapatkan Blackberry Device baru, charge baterai secara penuh sampai full 100%. Tidak ada efek samping overcharging karena baterai BlackBerry tidak bisa di overcharge. Biasanya charging awal menggunakan waktu 2-4 jam dengan charger ori BlackBerry. Kadang, baterai baru dikotak bisa saja sudah tercharge 100%, jadi tidak usah tambah charge lagi.</p>
<p>2. Li-ion Batteri TIDAK perlu dilakukan “conditioning” seperti battery lama yang perlu di habiskan / kosongkan battery lalu di charge penuh selama 3 kali.</p>
<p>3. Jika anda adalah user baru BlackBerry jangan lupa karena anda menghabiskan banyak waktu mencoba dan setting BlackBerry anda maka mungkin saja menggunakan lebih banyak baterai dari normal.</p>
<p>Tips Charging Baterai Selanjutnya<br />
1. Karena Li-ion baterai tidak perlu di tunggu sampai kosong untuk dicharge, anda bisa selalu charge baterai anda kapan saja.</p>
<p>2. Setelah setiap 30 charging, baru kosongkan battery anda ke sekitar level 10-15%, lalu charge penuh ke 100%. Hal ini dilakukan untuk maintain ketepatan battery meter. Ingat hal ini dilakukan hanya untuk ketepatan baterry meter level bukan untuk menjaga kerusakan baterai.</p>
<p>3. JANGAN pakai baterai sampai kosong atau ke level 10-20% SETIAP hari! Hal tersebut akan merusak baterai anda. Selalu charge baterai anda untuk menjaga dari kosong, walaupun 10-20 menit charge.</p>
<p>Untuk melihat kondisi batterai, bisa gunakan<br />
Aplikasi MeterBerry Battery monitor</p>
<p>Lebih Baik Charge dalam keadaan OFF atau Power On BlackBerry?<br />
- Charging tidak harus power off BlackBerry namum akan lebih cepat terisi baterai jika di off. Kalau anda perlu menggunakan BlackBerry anda, charging dengan power on tidak bermasalah</p>
<p>Tips Cara Jaga Baterai Lainnya<br />
1. Gunakan baterai / BlackBerry anda di suhu ruangan standard yaitu -20C s/d +35C dengan humidity 65±20%</p>
<p>2. Selama pemakain baterai, jauhkan BlackBerry / baterai anda dari suhu tinggi / panas dan voltage tinggi</p>
<p>3. Menjaga baterai dari jatuh, lempar atau impact besar/tinggi</p>
<p>4. Gunakan baterai dengan charger yang cocok dan jangan charge lebih dari 24jam (walaupun charger BlackBerry akan otomatis berhenti charge pada saat full charge.</p>
<p>5. Jika anda tidak menggunakan baterai Li-ion anda, simpan baterai tersebut dengan charging power di sekitar 50% dan simpan di suhu ruangan standard dan kering. Suhu panas seperti di dalam mobil atau ruangan panas akan menghabiskan baterai level secara cepat dan charging di area suhu panas akan menggunakan waktu yang lebih lama.</p>
<p>6. Gunakan material non-conductive yang bukan besi/metal untuk bungkus baterai untuk menjaga dari kerusakan.</p>
<p>Informasi Ketahanan Baterai<br />
1. Secara standard, baterai Li-ion punya kemampuan 300-500 kali charges, (sekitar tahan 2 tahun) tentunya juga sesuai pemakain anda. Baterai Li-ion biasanya tetap memberikan power yang tepat dan kemampuannya yang sama, jika sudah dekat kadaluarsa, akan tiba tiba berhenti daripada pelan pelan rusak.</p>
<p>2. Jika anda banyak menggunakan BlackBerry anda. Beli extra baterai sebagai cadangan biar baterai anda tidak sempat selalu kosong dan merusak baterai.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Source: BlackBerry Battery Charging Tips | BerryIndo.com <a href="http://www.berryindo.com/blackberry-battery-charging-tips/#ixzz1MVvXytG8">http://www.berryindo.com/blackberry-battery-charging-tips/#ixzz1MVvXytG8</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/imslogistics.wordpress.com/455/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/imslogistics.wordpress.com/455/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/imslogistics.wordpress.com/455/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/imslogistics.wordpress.com/455/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/imslogistics.wordpress.com/455/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/imslogistics.wordpress.com/455/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/imslogistics.wordpress.com/455/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/imslogistics.wordpress.com/455/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/imslogistics.wordpress.com/455/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/imslogistics.wordpress.com/455/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/imslogistics.wordpress.com/455/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/imslogistics.wordpress.com/455/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/imslogistics.wordpress.com/455/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/imslogistics.wordpress.com/455/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=imslogistics.wordpress.com&amp;blog=10044033&amp;post=455&amp;subd=imslogistics&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://imslogistics.wordpress.com/2011/05/16/blackberry-battery-charging-tips/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/31bcd738087258c4c2843b56cec605fc?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">WJ</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Doa Dikabulkan Koq Ditolak</title>
		<link>http://imslogistics.wordpress.com/2011/05/10/doa-dikabulkan-koq-ditolak/</link>
		<comments>http://imslogistics.wordpress.com/2011/05/10/doa-dikabulkan-koq-ditolak/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 May 2011 04:40:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>WJ</dc:creator>
				<category><![CDATA[dikabulkan]]></category>
		<category><![CDATA[doa]]></category>
		<category><![CDATA[kesempatan]]></category>
		<category><![CDATA[nyaman]]></category>
		<category><![CDATA[tuhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://imslogistics.wordpress.com/2011/05/10/doa-dikabulkan-koq-ditolak/</guid>
		<description><![CDATA[Untuk artikel lainnya please visit : http://andreashartono.com Banyak diantara kita yang berdoa &#8220;Tuhan berikanlah rezeki yang melimpah kepada saya&#8221; atau doa-doa lainnya yang intinya meminta uang yang lebih kepada Tuhan. Tetapi sadarkah kita bahwa sebenarnya Tuhan telah begitu baik kepada kita tetapi kita yang menolak pemberian Tuhan untuk mendapatkan uang yang lebih banyak dengan berbagai [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=imslogistics.wordpress.com&amp;blog=10044033&amp;post=454&amp;subd=imslogistics&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>
Untuk artikel lainnya please visit : <a href="http://andreashartono.com">http://andreashartono.com</a></p>
<p>
Banyak diantara kita yang berdoa &#8220;Tuhan berikanlah rezeki yang melimpah kepada saya&#8221; atau doa-doa lainnya yang intinya meminta uang yang lebih kepada Tuhan. Tetapi sadarkah kita bahwa sebenarnya Tuhan telah begitu baik kepada kita tetapi kita yang menolak pemberian Tuhan untuk mendapatkan uang yang lebih banyak dengan berbagai cara dan alasan kita. Pernahkah kita diberikan pekerjaan lebih oleh atasan kita tetapi kita tolak atau kita kerjakan seadanya karena merasa itu bukan job desc atau pekerjaan kita ? Atau pernahkah kita diminta pulang lebih malam tetapi kita tolak atau kita melakukannya seadanya sambil menggerutu ? Mungkinkah pekerjaan lebih yang diberikan atasan kepada kita atau permintaan pulang lebih malam itu sebenarnya jalan Tuhan untuk kita mendapatkan rezeki yang lebih besar ?<br />
Cerita berikut ini memberikan sebuah jawaban kepada kita bahwa sebenarnya Tuhan begitu baik tetapi kitalah yang sering menolaknya.</p>
<p><span id="more-454"></span>
<p>Di sebuah desa ada seorang pemuka agama yang sangat taat akan Tuhan. Dia selalu mengikuti semua permintaan Tuhan dan menjauhi larangan-laranganNya. Karena ketaatan itulah dia menjadi panutan di desa tersebut. Pada suatu hari turun hujan yang sangat deras hingga beberapa hari dan tak ayal lagi desa itupun mulai terjadi banjir. Perlahan-lahan air mulai naik hingga mencapai mata kaki orang dewasa. Sang pemuka agama percaya ini adalah cobaan dari Tuhan dan dia terus berdoa supaya hujan berhenti dan dia diselamatkan dari banjir tersebut. Dia berdoa dengan sangat hikmat &#8220;Tuhan aku percaya Engkau pasti akan menyelamatkan aku&#8221;. Selesai berdoa tiba-tiba ada seorang pengendara motor yang datang dan berteriak &#8220;Pak mari ikut saya sebelum banjir semakin tinggi!&#8221; Kemudian pemuka agama menjawab &#8220;Tidak terima kasih kamu jalan saja dulu&#8221;.<br />
Hujan masih terus turun dan pemuka agama masih terus berdoa &#8220;Tuhan Engkau Maha Kuasa dan Maha Tahu dan Engkau pasti akan menyelamatkan aku&#8221;. Banjir semakin tinggi dan sudah mencapai paha orang dewasa, tiba-tiba muncul sebuah truk besar dan sang supir berteriak &#8220;Pak mari ikut saya sebelum banjir semakin tinggi lagi!&#8221; Kemudian pemuka agama menjawab &#8220;Tidak terima kasih kamu jalan saja dulu&#8221;.<br />
Karena hujan belum juga redah selama berhari-hari maka sang pemuka agama mulai khawatir tetapi karena imannya dia masih tetap percaya bahwa Tuhan akan menyelamatkannya. Dia pun berdoa semakin kyusuk kepada Tuhan. Ketika banjir sudah mencapai dada orang dewasa muncullah sebuah perahu karet dan orang yang berada di perahu tersebut berteriak &#8220;Pak mari ikut saya sebelum banjir ini menenggelamkan bapak!&#8221; Kemudian pemuka agama menjawab &#8220;Tidak terima kasih kamu jalan saja dulu&#8221;.<br />
Di tengah kesulitannya pemuka agama terus bedoa &#8220;Tuhan Engkau Maha Kuasa, Engkau Maha Baik dan Engkau pasti akan menyelamatkan aku&#8221;. Alam tetap tidak berubah, hujan terus turun hingga akhirnya menenggelamkan sang pemuka agama hingga dia meninggal dunia.<br />
Setelah meninggal dan tiba di akhirat dia tampak kecewa dan marah kepada Tuhan, dia berteriak &#8220;Tuhan Engkau sudah jahat, engkau tidak adil! Aku setiap hari mentaati ajaranMu dan menghindari laranganMu dan aku terus berdoa di saat aku kesusahan tetapi mengapa Engkau tidak menyelematkan aku dari banjir ? Aku telah berdoa dan aku percaya Engkau akan menolong tetapi mengapa Engkau tidak menolong aku dan membuat aku akhirnya meninggal !<br />
Kemudian Tuhan bangkit dari tempat duduknya dan dia berkata &#8220;Pak anda saja yang tidak tahu diri! Aku selalu mendengar doa kamu setiap hari, setiap jam, setiap menit bahkan setiap detik dan Aku selalu membantu kamu di saat kamu susah. Ketika banjir semata kaki aku sudah mengirimkan tukang ojek untuk menolongmu tetapi kamu tolak, ketika banjir sepaha aku sudah mengirimkan supir truk untuk menolongmu tetapi kamu tolak dan ketika banjir sedada aku mengirimkan perahu untuk menolongmu tetapi tetap kamu tolak&#8221;.<br />
-o-<br />
Apa pesan moral dari cerita ini ? Tuhan sungguh baik dan dia sebenarnya selalu menjawab doa-doa kita tetapi kadang kitalah yang tidak peka sehingga menyia-nyiakan kesempatan yang diberikan Tuhan dan tidak jarang akhirnya kita sering menyalahkan Tuhan.<br />
Jadi mungkinkah pekerjaan tambahan dari atasan kita dan permintaan pulang lebih malam sebenarnya adalah jawaban Tuhan atas doa kita &#8220;Tuhan berikanlah rezeki yang melimpah kepada saya&#8221;? Tetapi karena kita sering menolaknya maka kita tetap tidak mendapatkan rezeki lebih banyak. Sekarang coba renungkan apabila kita menerima dan melakukannya dengan baik dan penuh sukacita mungkinkah kita semakin disenangi oleh atasan kita dan akhirnya kita dipromosikan dan akhirnya mendapatkan uang yang lebih banyak ?<br />
Kita tidak pernah tahu jalan Tuhan itu seperti apa tetapi kita percaya Tuhan itu MAHA BAIK dan MAHA TAHU.<br />
Salam Prestasi,<br />
Andreas Hartono<br />
__._,_.___</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/imslogistics.wordpress.com/454/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/imslogistics.wordpress.com/454/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/imslogistics.wordpress.com/454/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/imslogistics.wordpress.com/454/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/imslogistics.wordpress.com/454/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/imslogistics.wordpress.com/454/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/imslogistics.wordpress.com/454/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/imslogistics.wordpress.com/454/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/imslogistics.wordpress.com/454/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/imslogistics.wordpress.com/454/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/imslogistics.wordpress.com/454/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/imslogistics.wordpress.com/454/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/imslogistics.wordpress.com/454/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/imslogistics.wordpress.com/454/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=imslogistics.wordpress.com&amp;blog=10044033&amp;post=454&amp;subd=imslogistics&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://imslogistics.wordpress.com/2011/05/10/doa-dikabulkan-koq-ditolak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/31bcd738087258c4c2843b56cec605fc?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">WJ</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Strategy Agar Atasan Sayang Kepada Anda</title>
		<link>http://imslogistics.wordpress.com/2011/05/10/strategy-agar-atasan-sayang-kepada-anda/</link>
		<comments>http://imslogistics.wordpress.com/2011/05/10/strategy-agar-atasan-sayang-kepada-anda/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 May 2011 03:01:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>WJ</dc:creator>
				<category><![CDATA[Knowledge]]></category>
		<category><![CDATA[atasan]]></category>
		<category><![CDATA[sayang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://imslogistics.wordpress.com/2011/05/10/strategy-agar-atasan-sayang-kepada-anda/</guid>
		<description><![CDATA[By Dadang Kadarusman Hubungan atasan dan bawahan itu unik. Tidak terlalu jelas antara harmonis dan ribut-ributnya. Atasan yang terlihat kompak dengan bawahan pun masih sering digunjingkan di kantin dan warung kopi. Atasan yang terlihat galak, ternyata sangat peduli kepada bawahannya. Sebagai bawahan, kita sering merasa paling benar, atau merasa sebagai orang yang tertindas sehingga memiliki [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=imslogistics.wordpress.com&amp;blog=10044033&amp;post=453&amp;subd=imslogistics&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>By Dadang Kadarusman </p>
<p>Hubungan atasan dan bawahan itu unik. Tidak terlalu jelas antara harmonis dan ribut-ributnya. Atasan yang terlihat kompak dengan bawahan pun masih sering digunjingkan di kantin dan warung kopi. Atasan yang terlihat galak, ternyata sangat peduli kepada bawahannya.  Sebagai bawahan, kita sering merasa paling benar, atau merasa sebagai orang yang tertindas sehingga memiliki hak untuk menghujat atasan. Apakah atasan Anda memang seburuk itu?</p>
<p>Biasanya ketidaksukaan bawahan pada atasan bukan disebabkan oleh perilaku buruk atasan, melainkan karena dia merasa kurang diperhatikan atau kurang disayang. Mereka menilai atasannya pilih kasih, misalnya. Padahal, membuat atasan sayang kepada Anda itu gampang lho. Saya memiliki 5 strategy yang jika dilakukan oleh bawahan,  atasan manapun pasti menyayanginya. Apa saja ke-5 strategy itu?  Berikut ini uraiannya. 
 </p>
<p><span id="more-453"></span>
<p>1. Menyelesaikan penugasan sampai tuntas dan tepat waktu. Setiap atasan sangat senang jika anak buahnya dapat menuntaskan tugasnya dengan tepat waktu. Meskipun jarang ditunjukkan dalam bentuk pujian, atasan Anda merasa senang setiap kali pekerjaan yang diberikannya kepada Anda dapat diselesaikan dengan baik. Mengapa? Karena kualitas kerja dan pemenuhan time line-nya secara keseluruhan dipengaruhi oleh kemampuan Anda dalam menangani tugas yang menjadi tanggungjawab bagian Anda.</p>
<p>2. Bersikap mandiri dalam menjalankan fungsi Anda. Sungguh sangat melelahkan memimpin anak buah yang harus selalu diawasi, ditongkrongi, dan miskin inisiatif. Bawahan seperti itu seharusnya segera diganti oleh yang lain karena memperlambat kinerja team. Jika Anda bisa mandiri dalam menjalankan fungsi Anda, maka atasan Anda akan mempertahankan Anda. Bahkan boleh jadi, dia akan memberi lebih banyak tanggungjawab kepada Anda karena dia percaya kepada kemampuan dan integritas Anda. Bukankah ini indikasi dia sayang pada Anda?</p>
<p>3. Tidak menuntut melebihi wewenang Atasan. Banyak bawahan yang mengira atasannya tidak peduli dengan kesejahteraan atau penentu keputusan penting lainnya semisal persentase kenaikan gaji atau besaran bonus tahunan. Ketidakpuasan mereka ditumpahkan kepada atasannya, padahal boleh jadi dia telah melakukan yang terbaik bagi anak buahnya. Hal itu tentu sangat mengesalkan. Pahamilah bahwa atasan Anda memiliki keterbatasan wewenang, khususnya mereka yang berada di level middle management. Kalaupun Anda harus mengklarifikasinya, lakukanlah tanpa melibatkan emosi ataupun prasangka. Tunjukkan pemahaman, empati, dan penghargaan atas usaha yang telah dilakukan atasan untuk Anda.</p>
<p>4. Sesuaikan diri Anda dengan keunikan Atasan. Bagaimana pun juga, Anda membutuhkan atasan Anda. Sebagai orang yang butuh, sepantasnya Anda yang menyesuaikan diri dengan mereka. Mulailah dengan memahami cara berpikir serta preferensi atasan Anda. Jika dia orang yang suka dengan detail, maka siapkan laporan Anda dengan selengkap-lengkapnya. Jika dia seorang fragmatis, maka sederhanakan laporan Anda. Atasan Anda tidak memiliki banyak waktu untuk mengulangi penugasan yang diberikannya kepada Anda sampai Anda menyelesaikannya sesuai dengan kebutuhannya. Sesuaikan diri Anda dengan keunikan Atasan Anda, bukan menggerutu pada ketidakcocokan Anda dengan gayanya. Percaya sama saya; jika Anda bisa, Anda akan disayang oleh atasan.</p>
<p>5. Tiru perilaku positif Atasan Anda. Atasan yang hebat itu dicirikan dengan keuletan, kedisiplinan dan focus kepada kinerja tinggi. Jika Anda memiliki atasan seperti itu, Anda harus bersyukur, bukan malah merasa tertekan karenanya. Jika Anda bisa meniru sikap positifnya maka semakin lama Anda akan mencapai kualitas setinggi dia. Percayalah, atasan Anda sangat suka orang yang mengikuti perilaku positifnya. Pada diri Anda, dia melihat dirinya. Maka akan sangat mudah bagi Anda untuk mendapatkan kasih sayangnya.</p>
<p>Banyak penelitian yang menunjukkan ketidakseimbangan hubungan atasan dan bawahan. Semua penelitian yang saya baca selalu memposisikan atasan sebagai pihak yang tidak mampu memimpin atau gagal menyesuaikan gaya kepemimpinannya kepada bawahan. Mulai hari ini &#8211; saya, Dadang Kadarusman &#8211; menyarankan cara pendekatan yang berbeda; ayo hentikan berfokus kepada kekuarangan atasan. Karena seperti ke-5 tindakan yang saya jelaskan diatas; kunci hubungan yang positif, produktif, dan kontributif itu justru berada di tangan bawahan. Apakah Anda siap menjadi bawahan yang disayangi oleh atasan Anda? Silakan praktekkan ke-5 strategy diatas.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/imslogistics.wordpress.com/453/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/imslogistics.wordpress.com/453/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/imslogistics.wordpress.com/453/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/imslogistics.wordpress.com/453/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/imslogistics.wordpress.com/453/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/imslogistics.wordpress.com/453/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/imslogistics.wordpress.com/453/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/imslogistics.wordpress.com/453/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/imslogistics.wordpress.com/453/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/imslogistics.wordpress.com/453/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/imslogistics.wordpress.com/453/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/imslogistics.wordpress.com/453/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/imslogistics.wordpress.com/453/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/imslogistics.wordpress.com/453/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=imslogistics.wordpress.com&amp;blog=10044033&amp;post=453&amp;subd=imslogistics&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://imslogistics.wordpress.com/2011/05/10/strategy-agar-atasan-sayang-kepada-anda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/31bcd738087258c4c2843b56cec605fc?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">WJ</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Avoid These 10 Interview Bloopers</title>
		<link>http://imslogistics.wordpress.com/2011/04/25/avoid-these-10-interview-bloopers/</link>
		<comments>http://imslogistics.wordpress.com/2011/04/25/avoid-these-10-interview-bloopers/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 25 Apr 2011 09:24:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>WJ</dc:creator>
				<category><![CDATA[Knowledge]]></category>
		<category><![CDATA[interview]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://imslogistics.wordpress.com/2011/04/25/avoid-these-10-interview-bloopers/</guid>
		<description><![CDATA[by Deborah Walker We&#8217;ve all heard stories of job candidates who looked great on paper but who were absolute disasters in person. With fewer and fewer interview opportunities available in this competitive market, it&#8217;s essential to make the best possible first impression. You can learn from the mistakes of others and avoid the top 10 [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=imslogistics.wordpress.com&amp;blog=10044033&amp;post=452&amp;subd=imslogistics&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>by Deborah Walker</p>
<p>We&#8217;ve all heard stories of job candidates who looked great on paper but who were absolute disasters in person. With fewer and fewer interview opportunities available in this competitive market, it&#8217;s essential to make the best possible first impression. You can learn from the mistakes of others and avoid the top 10 worst interview blunders.<br />
Poor handshake: The three-second handshake that starts the interview is your first opportunity to create a great impression. But all too often an interview is blown right from the start by an ineffective handshake. Once you&#8217;ve delivered a poor handshake, it&#8217;s nearly impossible to recover your efforts to build rapport. Here are some examples:</p>
<p><span id="more-452"></span>
<p>&#8221; The Limp Hand (or &#8220;dead fish&#8221;): Gives the impression of disinterest or weakness<br />
&#8221; The Tips of the Fingers: Shows lack of ability to engage.<br />
&#8221; The Arm Pump: Sincerity is questionable, much like an overly aggressive salesman.<br />
&#8221; Even if you&#8217;re a seasoned professional, don&#8217;t assume you have avoided these pitfalls. Your handshake may be telling more about you than you know. Ask for honest critiques from several friends who aren&#8217;t afraid to tell you the truth.</p>
<p><strong>Talking too much</strong>:</p>
<p>In my recruiting days, I abhorred over-talkative candidates. So did most of my client employers. Over-talking takes a couple of forms:</p>
<p>&#8221; Taking too long to answer direct questions. The impression: This candidate just can&#8217;t get to the point.<br />
&#8221; Nervous talkers. The impression: This candidate is covering up something or is outright lying.<br />
To avoid either of these forms of over-talking, practice answering questions in a direct manner. Avoid nervous talking by preparing for your interview with role-play</p>
<p>
<strong>Talking negatively about current or past employers/managers:</strong></p>
<p>The fastest way to talk yourself out of a new job is to say negative things. Even if your last boss was Attila the Hun, never, never state your ill feelings about him/her. No matter how reasonable your complaints, you will come out the loser if you show that you disrespect your boss because the interviewer will assume that you would similarly trash him or her. When faced with the challenge of talking about former employers, make sure you are prepared with a positive spin on your experiences.</p>
<p>
<strong>Showing up late or too early:</strong></p>
<p>One of the first lessons in job-search etiquette is to show up on time for interviews. Many job-seekers don&#8217;t realize, however, that showing up too early often creates a poor first impression as well. Arriving more than 10 minutes early for an interview is a dead giveaway that the job seeker has too much time on his or her hands, much like the last one picked for the softball team. Don&#8217;t diminish your candidate desirability by appearing desperate. Act as if your time were as valuable as the interviewer&#8217;s. Always arrive on time, but never more than 10 minutes early.</p>
<p>
<strong>Treating the receptionist rudely:</strong></p>
<p>Since the first person you meet on an interview is usually a receptionist, this encounter represents the first impression you&#8217;ll make. Don&#8217;t mistake low rank for low input. Often that receptionist&#8217;s job is to usher you into your interview. The receptionist has the power to pave your way positively or negatively before you even set eyes on the interviewer. The interviewer may also solicit the receptionist&#8217;s opinion of you after you leave.</p>
<p>
<strong>Asking about benefits, vacation time or salary:</strong></p>
<p>What if a car salesman asked to see your credit report before allowing you to test drive the cars? That would be ridiculous, and you&#8217;d walk away in disgust. The effect is about the same when a job-seeker asks about benefits or other employee perks during the first interview. Wait until you&#8217;ve won the employer over before beginning that discussion.<br />
Not preparing for the interview: Nothing communicates disinterest like a candidate who hasn&#8217;t bothered to do pre-interview research. On the flip side, the quickest way to a good impression is to demonstrate your interest with a few well thought out questions that reflect your knowledge of their organization. [Editor's note: To ensure that you are prepared, see our article, The Ultimate Guide to Job Interview Preparation.]</p>
<p>
<strong>Verbal ticks:</strong></p>
<p>An ill-at-ease candidate seldom makes a good impression. The first signs of nervousness are verbal ticks. We all have them from time to time &#8212; &#8220;umm,&#8221; &#8220;like,&#8221; &#8220;you know.&#8221; Ignore the butterflies in your stomach and put up a front of calm confidence by avoiding verbal ticks. You can also sometimes avoid verbal ticks by pausing for a few seconds to gather your thoughts before each response.<br />
One of the best ways to reduce or eliminate them is through role-play. Practice sharing your best success stories ahead of time, and you&#8217;ll feel more relaxed during the real interview.</p>
<p>
<strong>Not enough/too much eye contact:</strong></p>
<p>Either situation can create a negative effect. Avoid eye contact and you&#8217;ll seem shifty, untruthful, or disnterested; offer too much eye contact, and you&#8217;ll wear the interviewer out. If you sometimes have trouble with eye-contact balance, work this issue out ahead of time in an interview practice session with a friend.</p>
<p>
<strong>Failure to match communication styles:</strong></p>
<p>It&#8217;s almost impossible to make a good first impression if you can&#8217;t communicate effectively with an interviewer. But you can easily change that situation by mirroring the way the interviewer treats you. For instance:</p>
<p>&#8221; If the interviewer seems all business, don&#8217;t attempt to loosen him/her up with a joke or story. Be succinct and businesslike If the interviewer is personable, try discussing his/her interests. Often the items on display in the office can offer a clue.<br />
&#8221; If asked a direct question, answer directly. Then follow up by asking if more information is needed.</p>
<p>
Allowing the interviewer to set the tone of conversation can vastly improve your chances of making a favorable impression. You can put the interviewer at ease &#8212; and make yourself seem more like him or her &#8212; by mirroring his or her communication style.</p>
<p>
<strong>Final Thoughts<br /></strong> Just as a strong resume wins you an opportunity to interview, strong interview skills will win you consideration for the job. You already know that you won&#8217;t earn an interview unless your resume sets you apart as a candidate of choice. Similarly, you should know that polishing your interview skills can mean the difference between getting the job offer &#8212; and being a runner-up.</p>
<p>
Start your job search with a resume that creates a stellar first impression, then back those facts up with your extraordinary interview skills. You will have made yourself a better candidate by avoiding these ten interview pitfalls. And no one will have to talk about you as the candidate who &#8220;almost&#8221; got the job.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/imslogistics.wordpress.com/452/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/imslogistics.wordpress.com/452/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/imslogistics.wordpress.com/452/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/imslogistics.wordpress.com/452/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/imslogistics.wordpress.com/452/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/imslogistics.wordpress.com/452/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/imslogistics.wordpress.com/452/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/imslogistics.wordpress.com/452/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/imslogistics.wordpress.com/452/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/imslogistics.wordpress.com/452/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/imslogistics.wordpress.com/452/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/imslogistics.wordpress.com/452/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/imslogistics.wordpress.com/452/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/imslogistics.wordpress.com/452/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=imslogistics.wordpress.com&amp;blog=10044033&amp;post=452&amp;subd=imslogistics&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://imslogistics.wordpress.com/2011/04/25/avoid-these-10-interview-bloopers/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/31bcd738087258c4c2843b56cec605fc?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">WJ</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Karir atau keluarga, manakah yang harus diutamakan?</title>
		<link>http://imslogistics.wordpress.com/2011/04/13/karir-atau-keluarga-manakah-yang-harus-diutamakan/</link>
		<comments>http://imslogistics.wordpress.com/2011/04/13/karir-atau-keluarga-manakah-yang-harus-diutamakan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 13 Apr 2011 09:09:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>WJ</dc:creator>
				<category><![CDATA[Knowledge]]></category>
		<category><![CDATA[karir]]></category>
		<category><![CDATA[keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[komitmen]]></category>
		<category><![CDATA[komunikasi]]></category>
		<category><![CDATA[utama]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://imslogistics.wordpress.com/2011/04/13/karir-atau-keluarga-manakah-yang-harus-diutamakan/</guid>
		<description><![CDATA[Penulis : Ir. Bambang Syumanjaya, MM, MBA, CBA Hal ini seringkali menyebabkan dilema dalam diri seseorang. Tentunya untuk memenuhi kebutuhan keluarga, kita harus memprioritaskan karir kita, namun seringkali ketika hal tersebut kita lakukan muncul banyak masalah dalam keluarga karena kurangnya waktu yang kita luangkan untuk mengurusi keluarga. Sementara jika kita memfokuskan diri pada urusan keluarga, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=imslogistics.wordpress.com&amp;blog=10044033&amp;post=451&amp;subd=imslogistics&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Penulis : Ir. Bambang Syumanjaya, MM, MBA, CBA   </p>
<p>Hal ini seringkali menyebabkan dilema dalam diri seseorang. Tentunya untuk memenuhi kebutuhan keluarga, kita harus memprioritaskan karir kita, namun seringkali ketika hal tersebut kita lakukan muncul banyak masalah dalam keluarga karena kurangnya waktu yang kita luangkan untuk mengurusi keluarga. Sementara jika kita memfokuskan diri pada urusan keluarga, tentunya kita juga tidak terhindar dari pemenuhan kebutuhan keluarga yang membutuhkan finansial yang cukup yang dapat diperoleh melalui bekerja.</p>
<p>Bagaimana cara menyeimbangkan kedua hal tersebut karena setiap orang tentunya menginginkan karir yang mantap dan keluarga yang bahagia, hal inilah yang akan kita bahas dalam artikel kali ini.Ketika seseorang menghadapi dilema dalam kehidupan ini biasanya mengalami hal-hal sebagai berikut:<br />
o Stress.<br />
Akibat adanya ketidakseimbangan antara karir dan keluarga, seringkali mengakibatkan stress, khususnya pada orang tua. Ada perasaan bersalah karena telah mengabaikan anak-anaknya namun di sisi lain mereka juga harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan yang ada.</p>
<p><span id="more-451"></span>
<p>
o Munculnya berbagai masalah dalam keluarga.<br />
Memprioritaskan karir menyebabkan munculnya banyak masalah dalam hubungan dengan keluarga, misalnya kurangnya waktu dengan anak dan isteri akan menyebabkan hubungan komunikasi yang kurang hangat antar anggota keluarga. Contoh: banyak remaja yang terjerumus dalam pergaulan yang buruk mengakui bahwa mereka berasal dari keluarga kelas menengah ke atas yang tercukupi kebutuhan materialnya namun tidak mendapatkan perhatian yang cukup dari orang tuanya.</p>
<p>o Tidak dapat mencapai karir yang diinginkan.<br />
Memprioritaskan keluarga menyebabkan banyak orang tidak dapat meraih karir yang diinginkannya karena tentunya tuntutan karir menuntut pengalokasian waktu, atensi dan tenaga yang besar.</p>
<p>Dilema dalam hal memilih antara karir atau keluarga seringkali disebabkan oleh:<br />
o Tuntutan ekonomi.<br />
Adanya tuntutan ekonomi keluarga membuat banyak orang tua mengorbankan waktu dengan keluarga untuk memenuhi kebutuhan material keluarga.<br />
o Konsep yang salah mengenai karir &amp; keluarga. Banyak orang tua beranggapan bahwa keluarga yang bahagia tercapai jika ia dapat memenuhi semua kebutuhan dan keinginannya dan anak-anak, misalnya: mempunyai rumah yang megah, mobil, jalan-jalan ke luar negeri, dsb. karenanya banyak dari mereka menghabiskan waktu untuk bekerja dan menyerahkan pengasuhan anaknya kepada pembantu/pengasuh anak/baby sitter.<br />
o Ketidaksepakatan tentang prioritas keluarga. Tidak adanya kesepakatan mengenai prioritas dalam keluarga membuat orang tua tidak bijaksana dalam mengambil keputusan berkaitan dengan waktu untuk keluarga, khususnya dalam pembagian tanggung jawab pengasuhan anak.</p>
<p>Solution Tips<br />
o Komunikasi<br />
Bangun komunikasi yang hangat dalam keluarga Anda sehingga keterbukaan menjadi suatu budaya dalam keluarga. Tentunya hal ini akan membuat setiap anggota keluarga saling memaklumi dan mengerti satu dengan yang lainnya, terutama pada masa-masa di mana orang tuanya sedang sibuk dengan pekerjaannya.<br />
o Komitmen<br />
Bangun sebuah kesepakatan dan jadikan hal tersebut sebuah komitmen dalam keluarga dengan cara mengambil waktu untuk mendiskusikan prioritas keluarga Anda. Jika memang terdapat tuntutan ekonomi yang menuntut suami dan isteri bekerja, temukan kesepakatan terbaik sehingga keluarga Anda pun tetap mendapat perhatian.<br />
o Keseimbangan<br />
Jaga keseimbangan antara karir dan keluarga.<br />
Dalam kesibukan setiap hari, usahakan untuk meluangkan waktu bersama dengan pasangan atau anak-anak. Misalnya: dengan melakukan sarapan atau makan malam bersama. Anda juga dapat memanfaatkan akhir minggu atau waktu libur untuk melakukan kegiatan bersama keluarga, misalnya: rekreasi ke suatu tempat atau sekedar makan malam di luar.</p>
<p>Ditulis oleh:Ir. Bambang Syumanjaya, MM, MBA, CBA<br />
International Certified Behavior Analyst &amp; Multiple Intelligence Consultant, Konsultan Bisnis &amp; Konsultan Keluarga yang berpengalaman dalam pengembangan dan pelatihan kepemimpinan, pengembangan pribadi dan peningkatan motivasi. Founder dan Konsultan Utama dari Family DISCovery, sebuah Konsultan Keluarga Pertama dan Terlengkap di Indonesia.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/imslogistics.wordpress.com/451/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/imslogistics.wordpress.com/451/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/imslogistics.wordpress.com/451/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/imslogistics.wordpress.com/451/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/imslogistics.wordpress.com/451/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/imslogistics.wordpress.com/451/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/imslogistics.wordpress.com/451/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/imslogistics.wordpress.com/451/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/imslogistics.wordpress.com/451/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/imslogistics.wordpress.com/451/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/imslogistics.wordpress.com/451/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/imslogistics.wordpress.com/451/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/imslogistics.wordpress.com/451/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/imslogistics.wordpress.com/451/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=imslogistics.wordpress.com&amp;blog=10044033&amp;post=451&amp;subd=imslogistics&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://imslogistics.wordpress.com/2011/04/13/karir-atau-keluarga-manakah-yang-harus-diutamakan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/31bcd738087258c4c2843b56cec605fc?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">WJ</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Membangun Team: Tak Hanya Membuat Daftar</title>
		<link>http://imslogistics.wordpress.com/2011/04/13/membangun-team-tak-hanya-membuat-daftar/</link>
		<comments>http://imslogistics.wordpress.com/2011/04/13/membangun-team-tak-hanya-membuat-daftar/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 13 Apr 2011 08:11:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>WJ</dc:creator>
				<category><![CDATA[Knowledge]]></category>
		<category><![CDATA[develop]]></category>
		<category><![CDATA[team]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://imslogistics.wordpress.com/2011/04/13/membangun-team-tak-hanya-membuat-daftar/</guid>
		<description><![CDATA[By Ir. Iim Ibrohim http://www.ibrosys.com Konsultan iso 9001, 14001, TS 16949, OHSAS 18001 Mudahkah membentuk team? Apakah team dapat dibentuk seketika dengan mengumumkan bahwa semua operator dalam satu line adalah satu team? Atau semua manajer adalah satu team? Team adalah sekumpulan orang yang mempunyai tujuan bersama dan bekerjasama untuk mencapai tujuan tersebut. Wawasan tentang team [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=imslogistics.wordpress.com&amp;blog=10044033&amp;post=450&amp;subd=imslogistics&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>By Ir. Iim Ibrohim</p>
<p><a href="http://www.ibrosys.com">http://www.ibrosys.com</a><br />
Konsultan iso 9001, 14001, TS 16949, OHSAS 18001</p>
<p>
Mudahkah membentuk team? Apakah team dapat dibentuk seketika dengan mengumumkan bahwa semua operator dalam satu line adalah satu team? Atau semua manajer adalah satu team?<br />
Team adalah sekumpulan orang yang mempunyai tujuan bersama dan bekerjasama untuk mencapai tujuan tersebut. Wawasan tentang team penting bagi setiap organisasi karena organisasi pada hakikatnya adalah sekumpulan orang yang mempunyai tujuan bersama. Tak heran bila Beberapa ahli menganggap bahwa organisasi berbasis team adalah model sistem manajemen masa depan. Total qualtiy management pun sudah jauh-jauh hari menekankan pentingnya pengembangan kerja team. Maka jargon-jargon tentang team pun bertebaran di banyak organisasi seperti ‘Kita adalah bagian dari team&#8217;, ‘Kita ada di perahu yang sama&#8217; dan sebagainya. Tetapi team tak hanya membutuhkan jargon dan sekedar daftar keanggotaan team.</p>
<p><span id="more-450"></span>
<p>Team membutuhkan kerjasama dan tujuan bersama. Tanpa itu sebuah team tinggal hanya nama. Kerja sama berarti saling mendukung dan saling membantu dan untuk membuat setiap anggota team bekerja sama dan efektif tidaklah cukup hanya dengan membuat table berisi daftar anggota team. Pembentukan team adalah sebuah proses yang mencakup:<br />
Menentukan kelompok yang menjadi team<br />
Setiap kelompok dimana pekerjaan dari setiap individu mempengaruhi pekerjaan individu yang lain, atau menentukan hasil akhir dari kelompok tersebuk seharusnya menjadi sebuah team. Eastman Chemical, sebuah perusahaan yang pernah mendapat penghargaan Baldrige Award menggunakan konsep ini untuk membangun jaringan team dalam organisasinya. Jaringan team ini disebut interlocked team. Setiap orang yang memberikan laporan langsung ke atasan yang sama dibentuk menjadi satu team. Lihat gambar berukut ini.</p>
<p><img alt="interlockedteam" src="http://imslogistics.files.wordpress.com/2011/04/interlockedteam.jpg?w=450&#038;h=368" width="450" height="368" /></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>
Intelocked team memungkinkan seorang karyawan menjadi anggota lebih dari satu team.</p>
<p>Inter-locked team dalam Eastman Chemical bukan cuma sekedar menambahkan nama suatu bagian menjadi team tetapi mempunyai implikasi tindakan dan efek yang nyata. Sebagai contoh, setiap shift (ada 4 shift produksi dalam eastman chemical) tadinya tidak memperdulikan apa yang terjadi pada shift berikutnya. Pergantian shift selalu memerlukan readjustment proses. Tidak ada aliran informasi yang cukup antar shift. Dengan interlocked team, keempat foreman yang mengepalai shift-shift lalu menjadi 1 team. Mereka degembleng bersama-sama, mengikuti berbagai pelatihan yang diperlukan bersama-sama untuk menjadi 1 team yang solid. Hasilnya tentu mudah ditebak. Keempat shift tidak lagi menjadi seperti unit produksi yang terpisah-pisah.</p>
<p>Selain team permanen seperti interlocked team, team juga tentu dapat dibuat untuk tujuan sementara seperti penanganan masalah yang krusial atau proyek tertentu.</p>
<p>Membangun sasaran bersama<br />
Kelihatannya mudah untuk menentukan sasaran bersama. Setiap organisasi tentunya mempunyai sasaran untuk menghasilkan produk yang memuaskan, menekan biaya dan sasaran-sasaran lain. Itu tentu sasaran umum yang berlaku bagi semua team dalam organisasi. Tapi setiap team tentunya mempunyai peranan masing-masing. Sekelompok staff dalam bagian pembelian tentu mempunyai sasaran spesifik yang berbeda dengan sekelompok operator di produksi meskipun pada akhirnya terkait satu sama lain. Sasaran bersama, baik dinyatakan dalam bentuk performance standard ataupun bentuk lain harus cukup spesifik dan dapat diverifikasi dengan mudah untuk mengukur keberhasilan team.</p>
<p>Perlu juga diingat bahwa dalam banyak kasus, lingkungan kerja membuat sulit untuk membangun kesadaran akan sasaran bersama. Penyebabnya bisa dari pengorganisasian kerja, yang membuat sekelompok operator seperti bekerja terpisah meskipun dalam satu line kerja atau mungkin sistem reward yang memberikan penekanan berlebihan pada prestasi individual. Kasus-kasus ini memerlukan upaya yang lebih besar untuk membangun kesadaran akan tujuan bersama.</p>
<p>Pembagian peranan peran dan tanggung jawab setiap anggota team.<br />
Team yang baik adalah team dimana setiap anggotanya tahu apa yang harus dilakukan dan apa yang diharapkan oleh anggota team yang lain. Contoh yang paling baik adalah sepak bola. Setiap team sudah menyusun pemain menyerang, bertahan atau yang menghubungkan keduanya. Atas dasar itulah mereka bekerjasama. Mereka tahu apa prioritas yang harus dilakukan dan tahu apa yang diharapkan oleh anggota team yang lain.</p>
<p>Pembagian peranan harus dapat menghindari adanya hal-hal berikut:</p>
<p>Role ambiguity: Dimana anggota team merasa tidak jelas apa peranannya dalam team.<br />
Role over load: Dimana anggota team merasa bebannya lebih berat dari yang lain.<br />
Role under load: Dimana anggota team merasa peranannya kecil dan tidak sesuai dengan harapannya untuk bisa berkontribusi dalam team.<br />
Role conflict: Dimana beberapa anggota team memegang peranan yang sama tapi menghasilkan suatu hal yang tidak kompatible satu sama lain.</p>
<p>Membangun keterikatan<br />
Sasaran dan pembagian peranan saja tidak cukup untuk membangun sebuah team. Setiap anggota team harus punya kedekatan yang cukup untuk memungkinkan terjadinya komunikasi yang terbuka. Seorang pelatih team sepakbola nasional tidak begitu saja menunjuk beberapa pemain dari berbagai klub, menentukan peranan setiap pemain dan langsung menerjunkannya dalam sebuah pertandingan penting. Mereka biasanya memerlukan beberapa waktu untuk mengumpulkan pemain pemain top dalam kebersamaan. Perusahaan besar semacam Toyota menyediakan budget khusus untuk setiap team dapat berkumpul off-site dan melakukan satu kegiatan bersama. Di Eastman chemical, anggota-anggota dalam team diberikan pelatihan dan selalu bersama-sama.</p>
<p>Intinya adalah membuka peluang sebanyak mungkin agar team dapat berkumpul bersama. Entah formal lewat meeting-meeting ataupun dalam acara informal.</p>
<p>Membangun kompetensi team<br />
Kompetensi yang harus dimiliki oleh setiap anggota team bukan hanya kompetensi terkait dengan tugasnya masing-masing tetapi juga kompetensi untuk bekerja dalam team. Kompetensi yang dimaksud mencakup bagaimana mengambil keputusan bersama dan bagaimana menyelesaikan masalah bersama. Setiap anggota team perlu dibekali bagaimana melakukan brainstorming dan metoda lain dalam menggali ide dan mengambil keputusan bersama dan metoda-metoda problem solving yang memungkinkan pemecahan masalah dilakukan bersama secara sistematis.</p>
<p>Menciptakan sukses awal<br />
Salah satu yang membuat keterikatan team menjadi kuat adalah prestasi. Dengan prestasi setiap anggota team akan merasa menjadi bagian dari team. Untuk itu pengting bagi setiap pemimpin team untuk mencari cara meraih sukses awal team.</p>
<p>Membangun nilai-nilai kebersamaan<br />
Anggap bahwa team yang kita bentuk sudah mempunyai keterikatan, sasaran bersama dan pembagian peranan yang baik. Semua itu belum bisa membangun kerjasama bila masing-masing anggota team tidak mempunyai kelakuan yang memungkinkan kerjasama: Saling menghargai, dalam arti menghargai pendapat orang lain maupun menghargai pribadi lain, saling bantu dan mengutamakan kepentingan team daripada berkompetisi untuk mencari pengakuran bagi diri sendiri.</p>
<p>Merubah kelakuan (behavior) bukan persoalan mudah. Itu menyangkut perubahan apa yang ada di kepala setiap anggota team. Kita tak bisa merubah kelakuan dalam jangka panjang hanya dengan berkata jangan begini dan harus begitu. Pemaksaan hanya efektif untuk jangka waktu pendek. Untuk jangka panjang harus mengarah pada pembangunan kesadaran sendiri, pada nilai-nilai yang tertanam dalam kepala setiap anggota team. Salah satu yang memungkinkan hal tersebut adalah keteladanan. Tanggung jawab dari setiap pemimpin adalah memberi contoh bagaimana menerapkan sikap saling menghargai, saling mendukung dan saling membantu, memberi pengarahan dan bila diperlukan councelling untuk menumbuhkan sikap tersebut dalam setiap anggota team.</p>
<p>Tahapan pengembangan team diatas bukan dimaksudkan sebagai langkah yang terpisah-pisah. Dalam perjalannya, tahapan-tahapan tersebut dilakukan secara simultan sesuai dengan masalah yang dihadapi team.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Referensi:</p>
<p>Quality handbook, Juran dan kawan-kawan.</p>
<p>Organizational behavior, John R. Schermerhorn, Jr. dan kawan kawan.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/imslogistics.wordpress.com/450/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/imslogistics.wordpress.com/450/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/imslogistics.wordpress.com/450/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/imslogistics.wordpress.com/450/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/imslogistics.wordpress.com/450/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/imslogistics.wordpress.com/450/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/imslogistics.wordpress.com/450/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/imslogistics.wordpress.com/450/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/imslogistics.wordpress.com/450/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/imslogistics.wordpress.com/450/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/imslogistics.wordpress.com/450/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/imslogistics.wordpress.com/450/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/imslogistics.wordpress.com/450/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/imslogistics.wordpress.com/450/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=imslogistics.wordpress.com&amp;blog=10044033&amp;post=450&amp;subd=imslogistics&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://imslogistics.wordpress.com/2011/04/13/membangun-team-tak-hanya-membuat-daftar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/31bcd738087258c4c2843b56cec605fc?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">WJ</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://imslogistics.files.wordpress.com/2011/04/interlockedteam.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">interlockedteam</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mengapa Karyawan Tak Mematuhi Prosedur</title>
		<link>http://imslogistics.wordpress.com/2011/04/13/mengapa-karyawan-tak-mematuhi-prosedur/</link>
		<comments>http://imslogistics.wordpress.com/2011/04/13/mengapa-karyawan-tak-mematuhi-prosedur/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 13 Apr 2011 07:13:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>WJ</dc:creator>
				<category><![CDATA[Knowledge]]></category>
		<category><![CDATA[karyawan]]></category>
		<category><![CDATA[leadership]]></category>
		<category><![CDATA[manager]]></category>
		<category><![CDATA[perubahan]]></category>
		<category><![CDATA[prosedur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://imslogistics.wordpress.com/2011/04/13/mengapa-karyawan-tak-mematuhi-prosedur/</guid>
		<description><![CDATA[By Ir. Iim Ibrohim Konsultan iso 9001, 14001, TS 16949, OHSAS 18001 &#160; Keluhan umum dari seorang manager atau seorang Management Representative dalam menerapkan sistem manajemen adalah &#8216;Sulitnya membuat karyawan mengikuti prosedur&#8217;. Prosedur sudah dirancang dengan susah payah; melalui pemetaan proses, identifikasi potensial error, mencari peluang perbaikan, mempelajari berbagai konsep dan seterusnya hingga menjadi sebuah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=imslogistics.wordpress.com&amp;blog=10044033&amp;post=448&amp;subd=imslogistics&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>By Ir. Iim Ibrohim<br />
Konsultan iso 9001, 14001, TS 16949, OHSAS 18001</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Keluhan umum dari seorang manager atau seorang Management Representative dalam menerapkan sistem manajemen adalah &#8216;Sulitnya membuat karyawan mengikuti prosedur&#8217;. Prosedur sudah dirancang dengan susah payah; melalui pemetaan proses, identifikasi potensial error, mencari peluang perbaikan, mempelajari berbagai konsep dan seterusnya hingga menjadi sebuah aturan. Sang manajer yakin bahwa prosedur-prosedur itu akan membawa manfaat. Memperbaiki lead time proses, mengurangi kesalahan dan sebagainya. Semua hal yang ada di prosedur adalah hal-hal yang logis semata, yang dapat diterima dengan akal sehat oleh siapapun termasuk oleh karyawan yang terlibat menerapkannya. Tetapi mengapa mereka mengabaikan?</p>
<p><span id="more-448"></span>
<p>Penerapan suatu prosedur, baik prosedur baru atau revisi memerlukan perubahan aktifitas karyawan. Dalam teori psikologi, perubahan yang lancar, efektif dan permanen selalu memerlukan 3 tahap: Defreezing, Changing, Refreezing.</p>
<p>Tahap defreezing adalah mencairkan apa yang telah membeku. Tahap ini adalah tahap pengkondisian, mencakup mempertanyakan suatu kebiasaan yang sudah lama dilakukan, membahas masalah-masalah yang ada, ide-ide yang lebih baik yang telah dilakukan oleh orang lain, kampanye dan sebagainya. Intinya, tahap defreezing adalah tahap untuk mempengaruhi orang agar mempunyai alasan sendiri dan membangun kesadaran sendiri untuk melakukan perubahan. Kebanyakan perubahan tidak berjalan dengan lancar atau gagal sama sekali disebabkan gagalnya tahap defreezing, tahap pengkondisian.</p>
<p>Tahap Changing intinya mulai mengubah kebiasaan tapi juga mencakup pengubahan hal-hal lain yang diperlukan; mungkin diperlukan untuk mengubah kompetensi seseorang, mungkin mengubah tugas, mengubah peralatan dan sebagainya. Tahap ini akan lebih mudah bila tahap derfeezing sudah dilakukan. Seperti meluruskan logam yang bengkok, yang lebih mudah bila dipanaskan dulu untuk mencairkan ikatan beku didalamnya.</p>
<p>Tahap refreezing adalah tahap pembekuan kembali. Tahap ini adalah upaya untuk menjaga agar prubahan menjadi permanen, orang tidak kembali pada cara atau kebiasaan lama. Tahap ini mencakup pemantauan, pemberian dukungan bila timbul masalah dalam perubahan dan evaluasi tentang hasil dari perubahan.</p>
<p>Ketiga tahap tersebut sama pentingnya untuk melakukan suatu perubahan. Bila tahap defreezing dilewatkan, maka yang terjadi adalah pemaksaan kekuasaan. Karyawan harus berubah, tak perduli dia mengerti atau tidak alasan perubahan dan manfaatnya. Pemaksaan akan cepat menghasilkan perubahan awal tapi memerlukan pengawasan yang ketat terus menerus. Begitu pengawasan melonggar, karyawan akan kembali ke cara lama dengan seribu satu alasan.</p>
<p>Yang terbaik adalah melewati ketiga tahapan tersebut, ditambah dengan melibatkan karyawan dalam perencanaan perubahan aktifitas mereka sendiri. Strategi ini membuat karyawan memulai perubahan dari dalam diri mereka sendiri sekaligus merasa bertanggung jawab secara personal untuk mencapai tujuan dari perubahan.</p>
<p>Kembali ke masalah prosedur, mengapa karyawan sulit mengikuti prosedur baru? Pertanyaannya menjadi: Strategi yang telah digunakan? Bila karyawan tiba-tiba disodori sebuah prosedur baru dan sang manajer mangatakan &#8216;ini prosedur baru, tahapannya bla bla bla dan harus diterapkan mulai sekarang&#8217;, maka ini adalah pemaksaan. Tidak ada tahap defreezing. Jangan heran bila karyawan akan segera kembali ke cara lama. Panaskan dulu logamnya, kecuali sang manajer mempunyai kekuatan amat besar.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/imslogistics.wordpress.com/448/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/imslogistics.wordpress.com/448/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/imslogistics.wordpress.com/448/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/imslogistics.wordpress.com/448/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/imslogistics.wordpress.com/448/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/imslogistics.wordpress.com/448/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/imslogistics.wordpress.com/448/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/imslogistics.wordpress.com/448/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/imslogistics.wordpress.com/448/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/imslogistics.wordpress.com/448/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/imslogistics.wordpress.com/448/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/imslogistics.wordpress.com/448/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/imslogistics.wordpress.com/448/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/imslogistics.wordpress.com/448/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=imslogistics.wordpress.com&amp;blog=10044033&amp;post=448&amp;subd=imslogistics&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://imslogistics.wordpress.com/2011/04/13/mengapa-karyawan-tak-mematuhi-prosedur/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/31bcd738087258c4c2843b56cec605fc?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">WJ</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>5 Kesalahan Umum Manajer</title>
		<link>http://imslogistics.wordpress.com/2011/04/13/5-kesalahan-umum-manajer/</link>
		<comments>http://imslogistics.wordpress.com/2011/04/13/5-kesalahan-umum-manajer/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 13 Apr 2011 07:06:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>WJ</dc:creator>
				<category><![CDATA[Training]]></category>
		<category><![CDATA[8]]></category>
		<category><![CDATA[hrd]]></category>
		<category><![CDATA[kesalahan]]></category>
		<category><![CDATA[manager]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://imslogistics.wordpress.com/2011/04/13/5-kesalahan-umum-manajer/</guid>
		<description><![CDATA[Bila anda sering kecewa karena kinerja personil anda tidak seperti yang anda inginkan, atau merasa pendengaran mereka &#8216;kurang baik&#8217; sehingga mereka sering salah memahami instruksi anda, mungkin yang salah adalah anda (sekali dalam setahun mungkin ada gunanya anda menyalahkan diri sendiri ketimbang terus menyalahkan personil anda). Jangan-jangan mungkin anda yang membuat mereka jatuh. Beberapa kebiasaan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=imslogistics.wordpress.com&amp;blog=10044033&amp;post=447&amp;subd=imslogistics&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bila anda sering kecewa karena kinerja personil anda tidak seperti yang anda inginkan, atau merasa pendengaran mereka &#8216;kurang baik&#8217; sehingga mereka sering salah memahami instruksi anda, mungkin yang salah adalah anda (sekali dalam setahun mungkin ada gunanya anda menyalahkan diri sendiri ketimbang terus menyalahkan personil anda). Jangan-jangan mungkin anda yang membuat mereka jatuh. Beberapa kebiasaan berikut mungkin menjadi kebiasaan anda.</p>
<p>Bila anda sering kecewa karena kinerja personil anda tidak seperti yang anda inginkan, atau merasa pendengaran mereka &#8216;kurang baik&#8217; sehingga mereka sering salah memahami instruksi anda, mungkin yang salah adalah anda (sekali dalam setahun mungkin ada gunanya anda menyalahkan diri sendiri ketimbang terus menyalahkan personil anda). Jangan-jangan mungkin anda yang membuat mereka jatuh. Beberapa kebiasaan berikut mungkin menjadi kebiasaan anda.<br />
5 Kesalahan Umum Manajer:</p>
<p><span id="more-447"></span>
<p>1. Bicara merendahkan</p>
<p>Bila atasan anda bicara kepada anda sambil menunjuk-nunjukkan telunjuknya ke muka anda, apa yang ada dalam benak anda? Kemungkinan besar adalah pertanyaan yang lebih keras dari kata-kata boss anda yang bicara: &#8216;Dia pikir dia siapa?&#8217;. Kejadiannya tak akan beda bila anda melakukan hal itu kepada personil anda. Bicara merendahkan akan membuat perhatian personil anda tidak fokus kepada materi yang dibicarakan, tetapi lebih kepada gaya bicara anda yang menyakitkan.<br />
Setiap orang tentu merasa punya nilai-nilai yang dibanggakan dan tak ingin dianggap lebih rendah. Setiap orang ingin &#8216;disejajarkan&#8217;. Maka bila anda bicara merendahkan kepada karyawan anda, dia akan langsung berpikir tentang kelemahan anda, berusaha memotong ketinggian anda supaya dia tetap merasa &#8216;selevel&#8217; dengan anda.</p>
<p>2. Melebih-lebihkan</p>
<p>Menurut David D. Burns, ahli psikoanalisa, melebih-melebihkan (exaggerating) adalah salah satu dari gejala pikiran terdistorsi paling umum pada setiap orang. Bila anda mendapati karyawan anda terlambat, lalu anda berkata &#8216;mengapa kamu selalu terlambat?&#8217; anda mungkin sudah berlebihan. Personil anda cenderung akan berpikir &#8216;Selalu? 2 kali dalam sebulan dibilang selalu?&#8217;. Masih untung bila dia juga berpikir &#8216;Ya, seharusnya ini memang tidak boleh terjadi&#8217;.</p>
<p>Berlebihan bisa dalam bentuk: Penggunaan kata superlatif seperti &#8216;selalu&#8217;, &#8216;terlalu&#8217;, &#8216;sering&#8217;, &#8216;paling&#8217;, atau mengarah pada sifat (attitude) seperti &#8216;tak mau berusaha&#8217;, &#8216;tak menghargai waktu&#8217;, &#8221;malas&#8217;, &#8216;tak menghargai aturan&#8217; dan sebagainya.</p>
<p>Kerugian bila anda berlebihan adalah: Anda membuat pikiran personil anda sama terdistorsinya dengan anda. Alih-alih menyadari kesalahan dan memikirkan cara perbaikan, personil anda akan berupaya menyangkal apa yang anda katakan.</p>
<p>Ketimbang berlebihan, akan lebih efektif bila seorang manager fokus pada suau fakta atau suatu perbuatan dan menawarkan solusi. Misalnya, bila anda mendapati personil anda telat, anda bisa mengatakan: &#8216;Telat Di?&#8217; (suatu fakta yang tak dapat dibantah). Personil anda mungkin akan menanggapi dengan &#8216;Maaf pak, macet&#8217;. Anda lalu, &#8216;Jalur kamu memang rawan macet ya. Mungkin lewat jalan X lebih lancar. Pernah coba?&#8217;. Atau, &#8216;Memang jalan makin sulit. Mungkin memang harus berangkat lebih pagi. Kamu ada masalah kalau berangkat lebih pagi?&#8217;dan seterusnya.</p>
<p>3. Menganggap personil mengetahui masalah dan solusi</p>
<p>Suatu hari anda berkata kepada personil anda: &#8216;Ren, tolong pesankan tinta printer saya untuk semua warna&#8217;. Besoknya Reni, personil anda, membawa 3 cartridge tinta untuk cyan, magenta dan yellow dan langsung memasangnya untuk anda. Apa yang terjadi? Hari itu anda tidak bisa mencetak dokumen karena tinta hitam telah habis.</p>
<p>Maksud anda dengan semua warna adalah termasuk hitam. Tetapi sebagian besar orang menyebut printer warna bila bisa mencetak warna selain hitam. Jadi, hitam dianggap bukan warna. Itulah yang terjadi pada Reni personil anda.</p>
<p>Anda tentu tak bisa menerima bila karyawan anda tidak tahu apa-apa. Tetapi anda juga selayaknya tidak berasumsi bahwa karyawan anda tahu semua. Latar belakang, pendidikan, pengalaman bisa jadi membuat mereka tidak tahu beberapa hal yang anda tahu. Cara terbaik dan aman adalah bicara dengan jelas dan mengkonfirmasi apakah apa yang anda maksud sama dengan apa yang mereka maksud.</p>
<p>4. Tak menindaklanjuti</p>
<p>Kejadian ini mungkin sering terjadi. Minggu kemarin Anda meminta personil anda untuk merevisi standar inspeksi material karena persyaratan pelanggan yang menjadi lebih ketat. Anda memintanya untuk menyelesaikan draft revisi dalam 1 minggu. Seminggu kemudian anda berharap sudah bisa memeriksa draft tersebut dan meminta personil anda untuk membawanya kepada anda. Apa yang anda terima? Bukan draft, tapi beberapa alasan mengapa draft tersebut belum selesai.</p>
<p>Pun bila anda sudah memberikan instruksi dengan sangat jelas, pandangan tentang tingkat urgensi dari suatu tugas mungkin berbeda antara anda dengan personil anda. Anda bisa saja mengatakan bahwa itu penting, tapi personil anda akan menilai tingkat kepetingan dari seberapa besar perhatian anda kepada pekerjaan tersebut. Bila anda menindaklanjutinya dalam selang waktu tertentu, menanyakan kemajuan yang telah dicapai, memberikan dukungan yang diperlukan, personil anda akan merasa bahwa hal itu benar-benar penting dan memang pantas untuk mendapat prioritas disamping pekerjaan lain. Bila anda seperi melupakannya, personil anda kemungkinan akan berpikir bahwa hal itu memang pantas dilupakan dan prioritas akan diberikan untuk pekerjaan lain.</p>
<p>Dengan menindaklanjuti, anda juga menjalankan dua fungsi penting seorang manajer: coaching dan supporting. Memberi pengarahan agar personil anda ada dalam jalur yang benar dan memberi dukungan untuk mengatasi hambatan-hambatan yang ditemukan.</p>
<p>5. Tak menghargai kemajuan</p>
<p>Pada suatu waktu, anda tentu pernah mempelajari suatu yang menurut anda, paling tidak pada awalnya adalah sulit. Entah itu matematika, entah itu bermain gitar. Bayangkan betapa senangnya anda ketika anda anda merasa berhasil menguasai bagian kecil dari pelajaran tahap awal dan seseorang mengatakan &#8216;kamu kelihatannya berbakat&#8217; (walaupun mungkin sebetulnya tidak). Anda akan mempunyai semangat yang lebih lagi untuk menguasai lebih banyak lagi.</p>
<p>Herzberg, sang guru motivasi mengatakan bahwa dua faktor penting yang dapat meningkatkan motivasi adalah pencapaian dan penghargaan. Karyawan anda akan mempunyai motivasi untuk tetap menjadi lebih baik bila dia tahu bahwa dia telah melakukan pencapaian yang berarti dan mendapat pengakuan dari anda. Hal yang kurang lebih sama dikatakan oleh Dr. Rollo May, ilmuwan perilaku: &#8216;What gets rewarded gets repeated&#8217;. Apa yang dihargai akan diulangi. Bila anda memberi penghargaan, mungkin dengan pujian yang tulus atau dengan cara yang sesuai dengan anda, personil anda akan benar-benar menyadari bahwa apa yang telah dilakukan memang benar-benar bagus untuk dilakukan dan layak untuk dilakukan lagi.</p>
<p>
Menghindari 5 kesalahan umum diatas akan membuka peluang lebih besar bagi personil anda untuk melakukan perbaikan yang anda inginkan. Bagaimana bila tak juga berhasil? Maka anda harus ingat, setelah berbagai upaya, bahwa untuk beberapa personil, perbaikan tetap masih mungkin, meskipun di kehidupan yang lain. Tinggal anda harus memutuskan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Refferensi:</p>
<p>Micki Hollliday: Coaching, Mentoring and Managing<br />
David D Burns: Cognitive Theory</p>
<p>Ir. Iim Ibrohim<br />
Konsultan iso 9001, 14001, TS 16949, OHSAS 18001</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/imslogistics.wordpress.com/447/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/imslogistics.wordpress.com/447/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/imslogistics.wordpress.com/447/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/imslogistics.wordpress.com/447/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/imslogistics.wordpress.com/447/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/imslogistics.wordpress.com/447/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/imslogistics.wordpress.com/447/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/imslogistics.wordpress.com/447/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/imslogistics.wordpress.com/447/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/imslogistics.wordpress.com/447/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/imslogistics.wordpress.com/447/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/imslogistics.wordpress.com/447/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/imslogistics.wordpress.com/447/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/imslogistics.wordpress.com/447/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=imslogistics.wordpress.com&amp;blog=10044033&amp;post=447&amp;subd=imslogistics&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://imslogistics.wordpress.com/2011/04/13/5-kesalahan-umum-manajer/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/31bcd738087258c4c2843b56cec605fc?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">WJ</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tifus dan Paratifus</title>
		<link>http://imslogistics.wordpress.com/2011/04/07/tifus-dan-paratifus/</link>
		<comments>http://imslogistics.wordpress.com/2011/04/07/tifus-dan-paratifus/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 07 Apr 2011 10:45:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>WJ</dc:creator>
				<category><![CDATA[Knowledge]]></category>
		<category><![CDATA[paratifus]]></category>
		<category><![CDATA[tifus]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://imslogistics.wordpress.com/2011/04/07/tifus-dan-paratifus/</guid>
		<description><![CDATA[Gejala Awal Gejala awalnya perlu dikenali sebelum terlambat diobati. Selain itu, tifus kasus infeksi perut yang banyak di sini. Diawali demam lebih dari seminggu. Mulanya seperti orang mau flu. Bedanya, demam tifus umumnya muncul sore dan malam hari. Tidak disertai gejala batuk pilek. Demamnya sukar turun walau minum obat dan disertai nyeri kepala hebat. Perut [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=imslogistics.wordpress.com&amp;blog=10044033&amp;post=446&amp;subd=imslogistics&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Gejala Awal</strong></p>
<p>Gejala awalnya perlu dikenali sebelum terlambat diobati. Selain itu, tifus kasus infeksi perut yang banyak di sini. Diawali demam lebih dari seminggu. Mulanya seperti orang mau flu. Bedanya, demam tifus umumnya muncul sore dan malam hari. Tidak disertai gejala batuk pilek. Demamnya sukar turun walau minum obat dan disertai nyeri kepala hebat. Perut terasa tidak enak, dan tidak bisa buang air beberapa hari, Demam naik teratur, bila naiknya menjelang malam, selama seminggu, akan terus seperti itu, bisa juga naiknya selalu disiang hari, malamnya agak mereda.<br />
Pada paratifus &#8211; jenis tifus yang lebih ringan &#8211; mungkin sesekali mengalami buang-buang air. Jika diamati, lidah tampak berselaput putih susu, bagian tepinya merah terang. Bibir kering, dan kondisi fisik tampak lemah, serta nyata tampak sakit. Jika sudah lanjut, mungkin muncul gejala kuning, sebab pada tifus organ hati bisa membengkak seperti gejala hepatitis.</p>
<p><span id="more-446"></span>
<p>Pada tifus limpa juga membengkak.<br />
Kuman tifus tertelan lewat makanan atau minuman tercemar. Bisa jadi sumbernya dari pembawa kuman tanpa ia sendiri sakit tifus. Kuman bersarang di usus halus, lalu menggerogoti dinding usus. Usus luka, dan sewaktu-waktu tukak tifus bisa jebol, dan usus jadi bolong.<br />
Ini komplikasi tifus yang paling ditakuti. Komplikasi tifus umumnya muncul pada minggu kedua demam. Yaitu jika mendadak suhu turun dan disangka sakitnya sudah menyembuh, namun denyut nadi meninggi, perut mulas melilit, dan pasien tampak sakit berat. Kondisi begini membutuhkan pertolongan gawat darurat, sebab isi usus yang tumpah ke rongga perut harus secepatnya dibersihkan. Untuk tahu benar kena tifus harus periksa darah. Setelah minggu pertama demam tanda positif tifus baru muncul di darah (Uji Widal) atau dapat juga dengan test serologi tifus pada hari kelima.<br />
Jika tes Widal negatif padahal pasien menunjukkan gejala tifus, tes perlu diulang sambil menunggu tes Gaal atau biakan kuman. Tanpa tes laboratorium diagnosis tifus tidak bisa ditegakkan hanya dari pemeriksaan fisik dan melihat gejalanya semata. Penyakit tifus mudah disembuhkan. Jika tak mempan obat konvensional golongan chloramphenicol, kini sudah ada beberapa generasi obat baru.</p>
<p>
<strong>Haruskah Rawat Inap?<br /></strong> Jika kondisi pasien tidak berat, dan penyakitnya masih awal, yaitu sudah didiagnosis sebelum demam lebih dari 3 minggu, umumnya masih bisa dirawat di rumah. Namun mesti diawasi jika mendadak suhu turun, nadi meninggi, dan perut mulas melilit. Waspadai jika buang air ada darahnya, tanda awal usus jebol, dan demamnya muncul lagi, dan kondisi pasien cepat menurun setelah sebelumnya tampak menyembuh.</p>
<p>
<strong>Haruskah makanan lunak?<br /></strong> â€œKetika seseorang mendengar penyakit demam tifus (demam tifoid, typhus abdominalis), maka yang terbayang adalah makan bubur. Itupun masih diperinci melalui tahapan, mulai bubur saring, bubur halus, bubur kasar lalu nasi lunak dan nasiâ€.<br />
Menilik ilustrasi di atas, terbayanglah seorang penderita tifus yang lemah, tak berdaya, sakitnya lama. Mungkin informasi tersebut didapatkan dari para dokter atau paramedis (perawat, bidan dll) atau bahkan dari mulut ke mulut sehingga menjadi semacam keyakinan yang mengakar.<br />
Sampai kini masih terjadi kontroversi tentang makanan pada penderita tifus, terutama di kalangan dokter. Pada masa lalu, para ahli berpendapat bahwa penderita tifus diharuskan makan bubur dengan alasan untuk meng-istirahat-kan usus dan kekhawatiran terjadi perdarahan usus. Sehingga penderita tifus yang diharuskan makan bubur, kondisinya makin lemah dan masa penyembuhannya makin lama.<br />
Pada perkembangannya, pendapat di atas berhadapan dengan kenyataan bahwa pemberian makanan padat secara dini (nasi) mempercepat pemulihan penderita tifus. Jadi, pemberian makanan padat dini (nasi) dengan lauk pauk rendah selulosa, aman diberikan pada penderita tifus.<br />
Bagaimana bila penderita tifus tidak bisa makan nasi karena perutnya terasa tidak enak atau sakit? Kondisi demikian adalah perkecualian, penderita bebas memilih, apakah mau makan lunak atau padat.<br />
Pendapat terakhir (makan padat dini) sudah menjadi semacam standar, seperti termahtub dalam &#8220;Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam&#8221;, jilid I oleh Persatuan Ahli Penyakit dalam Indonesia (PAPDI), terbitan Balai Penerbit FKUI edisi III tahun 1996, cetakan ke 7 tahun 2004, halaman 439.<br />
Silahkan simak penggalannya di bawah ini:<br />
Di masa lampau, pasien demam difoid diberi bubur saring, kemudian bubur kasar dan akhirnya nasi sesuai dengan tingkat kesembuhan pasien. Pemberian bubur saring tersebut dimaksudkan untuk menghindari komplikasi perdarahan usus; karena ada pendapat, bahwa usus perlu diistirahatkan. Banyak pasien tidak menyukai bubur saring, karena tidak sesuai dengan selera mereka. Karena mereka hanya makan sedikit keadaan umum dan gizi pasien semakin mundur dan masa penyembuhan semakin lama.<br />
Beberapa peneliti menunjukkan bahwa pemberian makanan padat dini, yaitu nasi dengan lauk pauk rendah selulosa (pantang sayuran dengan serat kasar) dapat diberikan dengan aman pada pasien demam tifoid. Karena ada juga pasien demam tifoid yang takut makan nasi, maka selain macam/bentuk makanan yang diinginkan, terserah pada pasien sendiri apakah mau makan bubur saring, bubur kasar atau nasi dengan lauk pauk rendah selulosa. (Prof. dr. Rachmat Juwono)</p>
<p>
<strong>Bisa Kambuh<br /></strong> Tifus bisa kambuh. Tandanya, demam yang sama muncul lagi setelah mereda. Kemungkinan kuman tifusnya tersasar ke kandung empedu. Tifus begini biasanya lebih sukar disembuhkan. Sebagian dari kasus tifus menjadi pembawa kuman tifus.<br />
Pembawa kuman ini berbahaya jika profesinya pramusaji atau orang yang kerjanya menyiapkan makanan dan minuman jajanan (food handler). Sekarang tifus bisa dicegah dengan imunitas tifus. Penyakit tifus di Indonesia masih banyak. Mereka yang punya risiko tertular, tidak salahnya ikut vaksinasi.</p>
<p>Artikel di atas diambil dari web Rumah Sakit Dirgahayu Kasih Samarinda : <a href="http://www.rsdirgahayu.com/index.phpoption=com_content&amp;view=article&amp;id=58&amp;Itemid=50">http://www.rsdirgahayu.com/index.phpoption=com_content&amp;view=article&amp;id=58&amp;Itemid=50</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/imslogistics.wordpress.com/446/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/imslogistics.wordpress.com/446/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/imslogistics.wordpress.com/446/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/imslogistics.wordpress.com/446/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/imslogistics.wordpress.com/446/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/imslogistics.wordpress.com/446/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/imslogistics.wordpress.com/446/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/imslogistics.wordpress.com/446/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/imslogistics.wordpress.com/446/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/imslogistics.wordpress.com/446/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/imslogistics.wordpress.com/446/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/imslogistics.wordpress.com/446/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/imslogistics.wordpress.com/446/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/imslogistics.wordpress.com/446/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=imslogistics.wordpress.com&amp;blog=10044033&amp;post=446&amp;subd=imslogistics&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://imslogistics.wordpress.com/2011/04/07/tifus-dan-paratifus/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/31bcd738087258c4c2843b56cec605fc?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">WJ</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
